Karya Niken Haidar
Ilustrasi by google
Sejak semalam
istri tercinta mempersiapkan
umbarampenya hikingku bersama teman-teman gang Empugandring. Meski aku
yang paling tua dan dituakan jangan salah sangka, justru yang paling duluan sampai ke puncak gunung.
Biasalah
namanya saja hiking , suka ria menghinggapi kita semua. Apalagi para club ABG,
sekarang banyak bermunculan jadinya asyik setiap perjalanan. Tak terasa senja
mulai merayap selesai sholat Magrib bersama,
kami berpencar mendirikan tenda sekadar
istirahat sejenak biar esok tenaga pulih menempuh perjalanan
selanjutnya. Dalam tenda duduk berdua dengan Si Bungsu berbincang merentas
waktu tentang masa yang lalu dan yang akan datang hingga dia terlelap
disampingku. Sesaat pandanganku bertumpu pada seorang gadis cantik yang berjalan ke arah tenda kami.
"Om..
Tolong antarkan aku balik ke tenda teman-teman ya. takut sendirian nih," pintanyanya dengan
sangat manja. Kuikuti langkah kakinya, melewati jalan setapak yang lumayan agak
jauh. Sampai di tendanya ada beberapa gadis-gadis yang semuanya cantik - cantik
berceloteh manja. Hmmm.. untuk kali ini aku menurut mereka makan dan minum
bekal yang mereka bawa. Kenyang membuat berat mata melihat. Kantuk menyergap
kepala, apalagi pijat lembut mereka di
pundak melenakan rasa. Aku sudah tak ingat lagi. Saat kubuka mata geriap
mentari menyinari mukaku yang benggong, tak bisa turun dari rindangnya puncak
pohon tua akasia.