Karya Niken Haidar
Tak ingin kubuka lagi lembar lara yang telah menoreh sembilu dalam jiwa. Bukannya tiada rela. Melepasnya dalam rengkuh kasih yang lain. Karena dinding tebal halangi jalinan cinta kita. Kini sudah lima tahun lamanya kujalani sunyi. Tanpa gelanyut manja darinya. Mencoba melepaskan semua. Menikmati hidup berkelana. Dari satu kota ke ujung kota yang lain. Berbekal kamera teman setia. Mencari fatamorgana.
Di tepi pantai ini di ujung senja, seraut wajah manis menghampiri. Hampiri diri dalam senyum manja yang sudah lama tak kujumpa. Lelaki mana yang tak terpana kepolosan sesaat yang melenakan jiwa. Kami lewati senja dalam suka. Menebar cerita seperti tiada habis ditelan temaram malam.
Janji adalah hutang. Hari ini demi bertemu dengan Siska gadis senja, kularikan deru mobil seperti menggila. Takut penantiannya membuat melarikan diri dari waktu yang merana. Tepat waktu yang kita sepakati. Kutunggu ditepian pantai menatap senja yang semakin merona. Hingga temaram senja tiada kunjung jua Siska datang dari sudut kelokan muara pantau. Desah resah napasku sepertri hantam bumi. Hingga Fajar menjelang tak kurasa sekuntum bunga tersanding dalam diam. Kemanakah Siska gadis senjaku pergi. Dalam kegalauan hati kupacu mobil di keresahan hati. Dari cermin spion yang tiada terhalang, dua sosok asyik mahsuk merenda cinta. Lara yang kuderita semakin mengangga tergores gadis di ujung senja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar